KETENTUAN PERTANDINGAN
SOGC Club Championship Invitational 2025

1. Umum

Pertandingan diselenggarakan oleh : SOGC
Dilaksanakan oleh                                : Bidang Pertandingan SOGC
Tempat pelaksanaan                            : Lapangan Semarang Royale Golf, Semarang
Waktu Pelaksanaan                              :

–   Babak I selambat-lambatnya harus terlaksana selambat-lambatnya tanggal 15 Juni 2025

–   Babak ¼ Final selambat-lambatnya harus terlaksana selambat-lambatnya tanggal 29 Juni 2025

–   Babak Semi Final selambat-lambatnya harus terlaksana selambat-lambatnya tanggal 13 Juli  2025

–   Babak Final selambat-lambatnya harus terlaksana selambat-lambatnya tanggal 31 Juli 2025

Pertandingan ini mengacu pada peraturan golf R&A, peraturan setempat dan ketentuan pertandingan yang diterbitkan oleh komite pertandingan.

2. Keabsahan

• Telah menjadi anggota SOGC aktif dengan minimal jumlah kehadiran pada kegiatan Monthly
Medal 4 kali selama periode Mei 2023 s/d April 2024
• Pertandingan diikuti oleh anggota yang termasuk dalam 16 skor terbaik. Perhitungan skor didasarkan pada                           nilai total Gross dari 4 pertandingan terbaik dalam SOGC Monthly Medal Tournament Mei 2024 s/d April 2025.
Bersedia menjadi anggota aktif sampai dengan bulan Juli 2025, ditandai dengan pelunasan iuran
tahunan 2024/2025 sebelum musim kompetisi dimulai ke rekening SOGC an. Djoko
Santoso/Subekti BCA no. 009.817.0777

3. Format

Format pertandingan adalah Match Play Gross 18 holes
Babak final disepakati bermain 36 holes. Waktu ditentukan komite karena akan didampingi wasit yang
ditunjuk.

4. Waktu start

Para pemain hendaknya hendaknya melakukan perjanjian sendiri dengan lawannya mengenai kapan
waktu bermain yang disepakati, dengan mengikuti jadual yang telah ditentukan. Pemain tidak
diperkenankan untuk bertanding dengan mengundang pemain lain selain lawan yang telah ditentukan,
pelanggaran atas peraturan ini adalah diskualifikasi.
Semua peserta bermain dari Tee Marker Hitam
Peserta yang tidak hadir pada waktu yang telah disepakati bersama, dianggap mengundurkan diri dan
memberikan kemenangan kepada lawannya. Toleransi waktu ditetapkan 15 menit.
Pemain harus melapor kepada starter pada saat kedatangan untuk dicatat waktu kedatangannya dan
menyampaikan hasilnya kepada starter/komite pertandingan

5. Kesamaan skor

Semua peserta harus mengawali permainan dari Tee 1. Jika terjadi hasil sama, pemain harus kembali
ke tee 1 untuk memainkan hole yang diperlukan hingga salah satu pihak ‘unggul’/holes up.

6. Pemenang

Pemenang akan memperoleh Gelar dan Trophy Tetap & Bergilir SOGC Club Champion..

7. Persyaratan Club.

– Driver, dalam pertandingan ini tidak ada pembatasan untuk driver
– Maksimum jumlah klub yang diperkenankan sebanyak 14 buah.

8. Transportasi

Pemain dan caddienya disediakan golf cart sebagai transportasi selama pertandingan.

9. Penutupan Pertandingan

Pertandingan dianggap resmi ditutup ketika piala telah diserahkan kepada pemenang.

10. Lain-lain

– Pertanyaan tentang ketentuan pertandingan dan peraturan setempat harus diajukan ke komite
pertandingan
– Dalam keadaan luar biasa, Komite berhak merubah Ketentuan Pertandingan / Pembatalan
pertandingan.
– Setiap peserta dianggap telah membaca dan mengerti Peraturan dan Ketentuan Pertandingan
– Pengumuman susulan akan dipasang pada papan pengumuman atau disampaikan langsung
kepada peserta pertandingan oleh komite pertandingan
– Pemain hanya diperkenankan memakai Caddie yang disediakan komite pertandingan
– Keputusan Komite mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Suryo Budi Susetyo
Direktur Pertandingan

 

3.2 Match Play

Tujuan Peraturan:

Match play memiliki Peraturan yang spesifik (khususnya mengenai pemberian kemenangan dan memberi informasi atas pukulan yang dilakukan) karena pemain dan lawan:

  • Berkompetisi semata-mata seorang melawan lainnya di setiap hole,
  • Dapat saling melihat permainan lawan, dan
  • Dapat melindungi kepentingan mereka sendiri.

3.2a Hasil dari Hole dan Match

(1) Memenangkan Hole. Pemain memenangi hole apabila:

  • Pemain tersebut menyelesaikan hole dengan jumlah pukulan yang lebih sedikit (termasuk pukulan-pukulan yang dilakukan dan pukulan-pukulan penalti) dari lawannya,
  • Lawannya memberikan kemenangan hole tersebut, atau
  • Lawannya dikenai penalti penalti umum (kalah hole).

Apabila bola lawan yang sedang bergerak perlu masuk lubang untuk berbagi dua hole itu secara sengaja dibelokkan atau dihentikan oleh siapapun di mana tidak ada kemungkinan bola itu akan masuk lubang (seperti saat bola itu bergulir melalui lubang dan tidak akan kembali kesana), hasil dari hole telah diputuskan dan pemain itu memenangkan hole itu (lihat Peraturan 11.2a, Pengecualian)

(2) Hole Berbagi-Dua. Hole berbagi-dua (juga dikenal sebagai “halved”) di saat:

  • Pemain dan lawan menyelesaikan hole dengan jumlah pukulan yang sama

(termasuk pukulan-pukulan yang dilakukan dan pukulan-pukulan penalti), atau

  • Pemain dan lawan sepakat memberlakukan hole sebagai berbagi-dua (namun ini hanya diperbolehkan bila salah satu pemain telah melakukan pukulan untuk memulai hole).

(3) Memenangkan Match. Pemain memenangkan match apabila:

  • Pemain tersebut mengungguli lawannya dengan jumlah kemenangan hole lebih dari sisa hole yang harus dimainkan,
  • Lawannya memberikan kemenangan match tersebut, atau
  • Lawannya didiskualifikasi.

(4) Memperpanjang Match Berbagi-Dua. Apabila sebuah match berbagi-dua setelah hole terakhir:

  • Match tersebut diperpanjang hole per hole sampai ada pemenangnya. Lihat Peraturan 5.1 (perpanjangan match adalah kelanjutan dari ronde yang sama, dan bukan sebuah ronde baru).
  • Hole-hole dimainkan dalam urutan yang sama sebagaimana dalam ronde, kecuali Komite mengatur urutan yang berbeda.

Namun Ketentuan Kompetisi dapat menyatakan suatu match berakhir dengan berbagi-dua daripada diperpanjang.

(5) Kapan Hasil Menjadi Final. Hasil dari sebuah match menjadi final sebagaimana dinyatakan oleh Komite (di mana seyogyanya ditentukan dalam Ketentuan Kompetisi), seperti:

  • Di saat hasil dicatat di papan skor resmi atau tempat lain yang ditentukan, atau
  • Di saat hasil dilaporkan pada seseorang yang ditunjuk oleh Komite.

Lihat Committee Procedures, Section 5A(7) (rekomendasi atas cara agar hasil match menjadi final).

3.2b Pemberian Kemenangan

(1) Pemain Dapat Memberikan Kemenangan Pukulan, Hole atau Match. Pemain dapat memberikan kemenangan pada lawan atas pukulan, hole atau match berikutnya:

  • Memberikan Kemenangan Pukulan. Hal ini diperbolehkan kapan saja sebelum lawan melakukan pukulan

»  Lawan kemudian dianggap telah menyelesaikan hole dengan memasukkan pukulan yang diberikan dalam skor, dan bola dapat diangkat oleh siapapun.

»  Pemberian kemenangan yang dilakukan saat bola lawan sedang bergerak oleh pukulan berlaku atas pukulan lawan berikutnya, kecuali bola masuk lubang (yang mana tidak mempengaruhi pemberian kemenangan).

»  Pemain dapat memberikan kemenangan atas pukulan lawan berikutnya dengan membelokkan atau menghentikan bola lawan yang sedang bergerak hanya bila hal ini dilakukan secara khusus untuk memberikan kemenangan atas pukulan berikutnya dan hanya di saat bola tidak mungkin akan masuk lubang.

  • Memberikan Kemenangan Hole. Hal ini diperbolehkan setiap saat sebelum hole selesai dimainkan (lihat Peraturan 6.5), termasuk sebelum pemain memulai hole tersebut.
  • Memberikan Kemenangan Match. Hal ini diperbolehkan setiap saat sebelum hasil match diputuskan (lihat Peraturan 3.2a(3) dan (4)), termasuk sebelum pemain memulai match tersebut.

2) Bagaimana Pemberian Kemenangan Dilakukan. Pemberian kemenangan hanya terjadi bila disampaikan dengan jelas:

  • Hal ini dapat dilakukan secara lisan maupun melalui tindakan yang jelas menunjukkan niat pemain untuk memberikan kemenangan atas pukulan, hole atau match (seperti memperlihatkan sikap tertentu).
  • Apabila lawannya mengangkat bolanya karena kesalah pengertian yang wajar bahwa pernyataan atau tindakan pemain adalah pemberian kemenangan atas pukulan, hole atau match berikutnya, tidak ada penalti dan bolanya harus diletakkan kembali di tempat semulanya (yang mana bila tidak diketahui harus diperkirakan) (lihat Peraturan 14.2).

Pemberian kemenangan adalah final dan tidak dapat ditolak atau dibatalkan.

 

3.2c Tanggung Jawab Pemain dan Lawan

(1) Memberitahu Lawan Jumlah Pukulan yang Dibuat. Setiap saat selama permainan suatu hole atau setelah menyelesaikan hole, lawan dapat bertanya pada pemain jumlah pukulan (termasuk pukulan-pukulan yang dilakukan dan pukulan-pukulan penalti) yang dibuat pemain di hole itu.

Hal ini untuk memberi kesempatan lawan memutuskan bagaimana memainkan pukulan berikutnya dan sisa hole, atau memastikan hasil dari hole yang baru diselesaikan.

Saat ditanya jumlah pukulan yang dibuat, atau saat memberikan informasi tanpa ditanya:

  • Pemain harus memberitahu jumlah pukulan yang dibuat dengan benar.
  • Pemain yang tidak memberikan respon atas permintaan lawan dianggap

memberitahu jumlah pukulan yang dibuat dengan salah.

Pemain dikenai penalti umum (kalah hole) apabila ia memberitahukan lawannya jumlah pukulan dibuat dengan salah, kecuali pemain memperbaiki kesalahannya tepat waktu:

  • Jumlah Pukulan dengan Salah Diberikan Saat Memainkan Hole. Pemain harus memberitahu jumlah pukulan yang dibuat dengan benar sebelum lawannya melakukan pukulan lain atau melakukan tindakan yang serupa (seperti memberikan kemenangan atas pukulan berikutnya atau hole tersebut).
  • Jumlah Pukulan dengan Salah Diberikan Setelah Hole Diselesaikan. Pemain harus memberitahukan jumlah pukulan yang dibuat dengan benar:

»  Sebelum pemain melakukan pukulan untuk memulai hole lain atau mengambil tindakan serupa (seperti memberikan kemenangan atas pukulan pemain berikutnya atau hole tersebut), atau

»  Dalam hal hole terakhir pada match tersebut, sebelum hasil match menjadi final (lihat Peraturan 3.2a(5)).

Pengecualian – Tidak ada Penalti Apabila Tidak Mempengaruhi Hasil dari Hole: Apabila pemain memberitahukan jumlah pukulan yang dibuat dengan salah setelah hole diselesaikan namun ini tidak mempengaruhi pengertian lawan apakah hole dimenangkan atau kalah, tidak ada penalti.

 

(2) Memberitahu Lawan Atas Penalti. Di saat pemain dikenai penalti:

  • Pemain harus memberitahu lawannya atas penalti itu sesegera mungkin yang wajar, dengan mempertimbangkan seberapa dekat pemain terhadap lawannya dan hal-hal praktis lainnya.
  • Ketentuan ini berlaku bahkan bila pemain tidak mengetahui penalti itu (karena pemain diharapkan mengetahui kapan mereka melanggar Peraturan)

Apabila pemain tidak melakukannya dan tidak memperbaiki kesalahannya sebelum lawannya melakukan pukulan lain atau mengambil tindakan serupa (seperti memberikan kemenangan atas pukulan pemain berikutnya atau hole tersebut), pemain dikenai penalti umum (kalah hole).

Pengecualian – Tidak Ada Penalti Di saat Lawan Mengetahui Penalti Pemain: Apabila lawannya mengetahui bahwa pemain mendapat penalti, seperti saat melihat pemain secara jelas mengambil pembebasan dengan penalti, pemain tidak dikenai penalti untuk tidak memberitahu lawannya mengenai hal itu.

(3) Mengetahui Skor Match. Para pemain diharapkan mengetahui skor match – yaitu, apakah satu dari mereka unggul atas sejumlah hole (“hole up” dalam match) atau match berbagi-dua (juga dikenal sebagai “all square”).

Apabila pemain keliru menyetujui skor match yang salah:

  • Mereka dapat memperbaiki skor match sebelum salah satu pemain melakukan sebuah pukulan untuk memulai hole lain atau, dalam hal hole terakhir, sebelum hasil match menjadi final (lihat Peraturan 3.2a(5)).
  • Apabila tidak diperbaiki dalam kurun waktu itu, skor match yang salah itu berlaku.

Pengecualian – Kapan Pemain Meminta Keputusan Tepat Waktu: Apabila pemain meminta keputusan tepat waktu (lihat Peraturan 20.1b), dan ditemukan bahwa lawannya antara (1) memberitahu jumlah pukulan yang diambil salah atau (2) tidak memberitahu pemain atas penalti, skor match yang salah harus diperbaiki.

(4) Melindungi Hak dan Kepentingan Sendiri. Para pemain dalam suatu match seyogyanya melindungi hak-hak dan kepentingan sendiri berdasarkan Peraturan:

  • Apabila pemain mengetahui atau meyakini lawannya melanggar Peraturan yang berakibat penalti, pemain dapat mengambil tindakan atas pelanggaran itu atau memilih untuk mengabaikannya.
  • Namun apabila pemain dan lawannya secara sengaja bersepakat untuk mengabaikan pelanggaran atau penalti yang mereka tahu berlaku, kedua pemain didiskualifikasi berdasarkan Peraturan 1.3b.
  • Apabila pemain dan lawannya tidak sependapat bahwa salah satu dari mereka melanggar Peraturan, pemain manapun dapat melindungi haknya dengan meminta keputusan berdasarkan Peraturan 20.1b.